Selamat Datang


Semoga Tulisan ini menambah wawasan kita tentang apa, kapan, bagaimana, siapa, di mana, berapa
.... segala sesuatu di Pramuka ....
Bila ada yang kurang benar, salah dan kurang enak dipandang, saran dan kritiknya ya
... masih tahap pengembangan nih ...

............. (^-^) ................................

html

Sabtu, 15 Februari 2014

Arti Lambang Pandu Dunia

  1. Lambang Pandu Sedunia adalah ujung panah yang menunjukkanutara pada peta atau kompas. itu adalah Lambang Pandu Sedunia karena menunjukkan arah yang benar serta ke atas. Hal itu menunjukkan jalan untuk melakukan kewajibamu serta menolong orang lain. Ketiga ujung tersebut mengingatkan kamu kepada ketiga satya dari janji pramuka.
  2. Ujung panah ini adalah lencana Pandu dari hampir semua Organisasi Pandu Nasional (National Scout Organization) di dunia. Untuk membedakan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain, maka lambang dari negara tersebut sering dipakai di depan Lambang Pandu Sedunia; misalnya: Di Amerika Serikat, pada lambang Boy Scouts of America terdapat rajawali dan perisai nasional berada di depan lambang World Organization of the Scout Movement. Begitu juga di negara-negara lain.
  3. Di ujung panah terdapat pita, dengan motto Pandu Sedunia "SEDIA". Pita tersebut ujungnya melengkung ke atas seperti mulut pramuka yang sedang tersenyum, karena pramuka melaksanakan kewajiban dengan senyuman serta dengan hati yang ikhlas.
  4. Di bawah pita ini ada seutas tali dengan simpul. Simpul tersebut akan mengingatkan bahwa kamu akan selalu berbuat kebaikan setiap hari kepada sesama makhluk.
 Lambang Pandu Sedunia dipakai antara lain untuk lencana (badge) dan bendera organisasi Gerakan Pandu Sedunia (WOSM).

Arti Lambang Badge Pelantikan Gerakan Pramuka

  1. Padi dan Kapas  = Kesuburan
  2. Padi = Pangan ( Makanan ), Kapas = Sandang ( Pakaian )
  3. 10 Roda berarti Dasa Dharma berarti pula bahwa seorang Pramuka harus siap ditempatkan di segala penjuru.
  4. Silhuette Gerakan Pramuka = Lambang Gerakan Pramuka sebagai dinamika pergerakan cita-cita, menunjuk ujungnya ke bintang menandakan bahwa itu ber-TUHAN dan memiliki cita-cita yang luhur dan tinggi.
  5. Titik Lima berarti Pancasila
  6. Tulisan Gearakan Pramuka sebagai satu-satunya wadah pendidikan Kepanduan yang ada di Indonesia.
  7. Dua garis tengah melintang = Wilayah Indonesia berada di garis katulistiwa, dipisahkan oleh 2 samudra dan 2 benua
  8. Warna :    Kuning = kekuatan dan keagungan, penangkis yang jahat,   Coklat = tanah sebagai sumber kehidupan

ARTI LAMBANG KWARDA JATIM

Arti dan Kiasan Bentuk Lambang

1. Perisai

Perisai simetris sederhana bersegi lima, merupakan simbol pancasila sebagai pengaman guna melindungi dan menanggulangi setiap bahaya, ancaman, serangan, dan tantangan hidup.
2. Tulisan Jawa Timur
Tulisan Jawa Timur warna merah pada perisai bagian atas di atas dasar warna putih. Melambangkan sikap pemberani,pantang menyerah,pantang putus asa,kesatria,berani karena kebenaran. Menggambarkan kebulatan tekad untuk menempuh rintangan/halangan serta perwujudan watak pemberani dari pramuka Jawa Timur.
3. Tugu Pahlawan
Tugu pahlawan dengan sepuluh bagian bangunan berdiri tegalk ditengah depan gapura. Melambangkan keteguhan semangat pahlaewan yang patriotik selalu membara di dada setiap pramuka Jawa Timur. Sekaligus melmbangkan dasa dharma Pramuka sebagai ketentuan moral Pramuka.
4. Gapura
Gapura bentar berisui dua, dengan tiga sap praofil( kaki,badan dan kepala).
Melambangkan Candi Bentar yang merupakan kiasan asas kejayaan daerah jawa timur sejak dahulu kala, sewaktu kejayaan kerjaan Airlangga dan kerajaan Majapahit sampai sekarang. Menggambarkan menggambarkan kejuangan Pramuka Jawa Timur. Dua sisi gapura ( sepasang) menggambarkan pramuka putra dan putri juga dwi satya dan dwi dharma. Sedangkan tiga sap profil menggambarkan Satya Pramuka. Satya Pramuka merupakan janji pramuka. Sedangkan Dharma Pramuka merupakan ketentuan moral Pancasila.
5. Gunung.

Gunung berdiri koko melambangkan bahwa wilayah jawa timur tersapat banyak gunung menjulang tinggi, termasuk yangtertinggi gunung semeru. Menggambarkan cita – cita tinggi Pramuka Jawa Timur. Gunung sekaligus menggambarkan tanah yang ada diatas gelombang samudra dan aliran sungai. Melambangkan tanah di wilaya Jawa Timur sebagian besar subur dan terkandung didalamnya kekayaan alam yang tidak ternilai. Hal ini menggambarkan bahwa setiap pramuka jawa timur mencintai lingkungan hidup dan tanah airnya. Sekaligus menggambarkan bahwa pramuka Jawa Timur memiliki potensi tinggi, apabila memperoleh pembinaan yang tepat akan menjadi sumber daya yang berkualitas.
6. Gelombang samudra dan Alun Sungai
Gelombang ombak samudra di bawah dan tengah, melambangka bahwa wilayah jawa timur sebagian besar di kelilingi gelombang samudra. Alun sungai kanan dan kiri di bawah tanah /gunung di kri dan kanan tunas kelapa, melambangkan sungai – sungai yang ada di Jawa Timur, di antaranya dua sungai besar yaitu sungai Brantas dan Solo.
Samudra dan sungai keduanya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini melambangkan pRamuka jawa timur memiliki wawasan yang luas dan semangat pengabdian yang tinggi serta bermanfaat bagi kemajuan masyarakat.
7. Tunas Kelapa

Satu tunas kelapa berdiri tegak di tengah perisai. Melambangkan tekad tunggal pramuka yang merupakan potensi generasi penerus perjuangan bangsa, yang berguna dalam situasi apapun dalam pembangunan juga dalam mencapai tujuan nasional.
 
Makna Warna Lambang
  1. Kuning : Berarti Kebebasan, Kegairahan, Kegembiraan, kedinamisan, menggambarkan pula sifat   trengginas, juga melambangkan kemakmuran.
  2. Biru : berarti kesetiaan, keikhlasan, ketenangan, dan kesukarelaan dalam mengabdi kepada ibu pertiwi.
  3. Hitam : berarti kekuatan, kewibawaan, menggambarkan pula sifat tatag, tangguh dan tanggon.
  4. Hijau : berarti kesuburan,kesegaran,ketentraman,kemakmuran,kedamaian,menggambarkan pula sifat kematangan jiwa dan kesabaran.
  5. Merah : berarti berani, kebulatan tekad untuk menempuh rintangan dan alangan.
  6. Putih : berarti kesucian, menggambarkan pula suci dalam pikiran,perkataan dan perbuatan.

Makna Gambar Lambang Pramuka Kwartir Daerah Jatim keseluruhan :
Melambangkan watak khas Pramuka Jawa Timur yang patriotik, tangguh, tanggap, trampil, dan trengginas, berjiwa Pancasila dengan berpegang teguh pada Satya dan Dharma Pramuka, siap mengabdi kepada Nusa dan Bangsa pada umumnya dan Jawa Timur pada khususnya, menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Fakta tentang Gunung Penanggungan

A. Sebutan bagi gunung Penanggungan :
Ada beberapa macam sebutan untuk gunung ini :
1. Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai gunung Lor karena letaknya ada di sebelah utara
2. Gunung Pawitra karena memiliki nilai sejarah tinggi karena di sekujur lerengnya ditemui berbagai
    peninggalan purbakala, baik candi, pertapaan, maupun petirtaan dari periode Hindu-Buddha
    di Jawa Timur
3.  Gunung Tanggung  merupakan sebuah gunung yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia.
     (ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut)
4. Gunung Sampah dikarenakan sebagai tempat awal para PA ( Pecinta Alam maupun Penikmat Alam),
    tentara muda melakukan kegiatan perdana mereka yang dikemas dalam serangkaian kegiatan,
    dan paling akhir adalah membuang sampah sembarangan di segala tempat.

B. Letak.
Letak gunung berapi tidur ini ini berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berjarak kurang lebih 25 km dari Surabaya. Gunung Penanggungan berada pada satu kluster dengan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang.

C. Keadaan Lingkungan.
Vegetasi yang menutupnya merupakan kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

D. Keunikan
Gunung Penanggungan merupakan kawasan purbakala terkaya di Indonesia yang belum tergali. Ini dimungkinkan karena sejak abad ke-10 hingga ke-16, baik pada masa Kerajaan Mataram Kuno maupun Majapahit, Gunung Penanggungan (1.653 meter) merupakan kawasan spiritual.
 
Di Gunung Penanggungan, misalnya, terdapat situs Gapura Jedong yang berasal dari tahun 926 Masehi, pemandian Jolotundo peninggalan abad ke-10, situs Belahan berupa gapura dan pemandian kuno, Candi Kendalisodo, Candi Merak, Candi Yudha, Candi Pandawa, Candi Selokelir, dan sebagainya. Ditemukan pula punden berundak, tempat pertapaan, goa, dan situs-situs lain. Diperkirakan masih ada 50 lebih situs yang belum dapat diidentifikasi
 
Selain jumlahnya yang banyak dan tersebar di seluruh kawasan, mulai dari puncak, lereng, hingga kaki gunung, arsitektur bangunannya juga berbeda dengan candi yang ada di tempat lain. Hampir semua bangunan candi di Penanggungan menempel di lereng dan tebing. Bahkan, beberapa candi sulit dijangkau karena berada di tebing terjal, Untuk penyelamatan situs purbakala di Gunung Penanggungan, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain ;  inventarisasi ulang, pencantuman nomor atau pemberian nama yang jelas bagi situs.AYO SELAMATKAN SITUS PURBAKALA INDONESIA ... 

E. BIASA DI SANA
- Kebakaran hutan ; bagi siapa saja dapat berhati-hati jikalau mendaki pada musim kemarau
- Longsor/ Erosi ; pada musim penghujan jalan menjadi licin dan erosi bahkan dibeberapa titik terjadi 
   bahaya longsor karena penduduk yang tidak bertanggung jawab menebangi pohon untuk dijadikan area
   perkebunan
- Angin besar / badai ; biasa terjadi kalau musim penghujan kadangkala di sertai petir
 

Tanda Pendaki berbahaya

Dan inilah tanda - tanda kamu pendaki berbahaya. Berbahaya bagi diri sendiri juga bagi teman pendaki yang lain.

1. Sok Jagoan 
Sikap sok jagoan ini nyaris selalu menjadi penyebab utama musibah pada pendaki pemula. Dengan alasan mencari tantangan, para pendaki pemula ini mencari jalur di luar jalur resmi. Parahnya, seringkali mereka melakukannya tanpa kemampuan navigasi yang baik.

Jangankan GPS dan peta topografi, sekadar kompas pun tak bawa. Lalu apa yang diandalkan? Maka petualangan mereka pun biasanya berakhir di dasar jurang, mati kedinginan di lembah atau ditandu Tim SAR ke rumah sakit.

Membuka jalur baru juga berarti merusak konservasi. Mengganggu kehidupan liar dan ekosistem. Para pendaki berpengalaman tak akan melakukannya selain untuk kepentingan penelitian dan ilmu pengetahuan.

2. Packing Yang Buruk
Packing atau mengepak barang dalam ransel adalah seni yang harus dikuasai pendaki gunung. Seluruh barang bawaan harus masuk ke dalam ransel. Karena medan sulit, tak boleh ada yang tergantung di luar ransel selain botol air minum.

Tangan harus bebas karena memegang Tracking Poll atau berpegangan meniti akar - akar pohon jika dibutuhkan.

Maka lihatlah para pendaki berbahaya. Dengan panci digantung ke ransel. Tangan menenteng sleeping bag atau jaket. Ransel mereka tak dilapisi lagi dengan cover bag. Pakaian di dalam ransel tak dilapis plastik. Jika hujan, semua pakaian, jaket dan sleeping basah.

Padahal sangat penting menjaga pakaian ganti tetap kering. Tidur dengan keadaan basah bisa mengakibatkan hipotermia. Inilah penyebab utama kematian seorang pendaki gunung. Suhu tubuh turun karena kedinginan. Jangan pernah anggap enteng mengepak barang. Ini yang sering dimasabodohkan pendaki.

3. Hipotermia Di Sangka Kesurupan
Pendaki pemula mendaki tanpa ilmu. Berbekal semangat dan tanpa perlengkapan memadai mereka nekat mendaki gunung. Karena tidak tahu ilmu P3K, maka sering terjadi salah kaprah.

Pada penderita hipotermia, korban akan menggigil dan kehilangan kesadaran. Lalu mulai bicara melantur. Karena nyerocos tak karuan dan sukar diajak komunikasi, teman - temannya menyangka si korban kesurupan. Mereka malah membacakan doa untuk mengusir setan.

Seharusnya, segera lakukan pertolongan. Ganti pakaiannya dengan pakaian kering. Masukkan dalam sleeping bag yang sudah dihangatkan. Taruh juga beberapa botol air panas di dalam sleeping bag itu. Jaga kondisi lingkungan tetap hangat. Jika sudah membaik beri makanan hangat sedikit demi sedikit. Hindari memberi kopi atau minuman keras.

4. Aku Si Cepat
Ciri khas pendaki berbahaya, apalagi yang masih berusia muda adalah selalu bergerak dengan cepat. Mereka selalu tergesa - gesa, menjadikan naik gunung seolah lomba lari ke puncak. Malu menjadi yang paling belakang, karena sering dianggap sebagai yang terlemah.

Karena itu biasanya waktu tempuh ke puncak lebih singkat. Baru setelah perjalanan turun, aneka masalah datang. Kehabisan tenaga, cidera otot hingga kecelakaan dan kehilangan arah menjadi ancaman.

Idealnya, ada seorang sweeper yang berjalan paling belakang. Biasanya orang ini yang paling kuat dan bisa diandalkan. Tugasnya menyapu seluruh anggota tim. Memastikan tak ada yang keteteran atau tertinggal di belakang.

Namun dalam rombongan pendaki berbahaya, tak ada yang mau menerima tugas ini. Jadi sweeper dianggap hina. Menjadi paling pertama sampai puncak dan pertama turun ke kaki gunung jadi tujuan utama.

"Aku si cepat. Tanpa sadar kutinggalkan sahabatku yang kelelahan mati di gunung" 

biasanya sih Kak Aya yang tak taruh di belakang untuk sisir /team sapu bersih di kalangan PA dikenal dengan sebutan Team Kuro ( Kura-kura ) ...

Ingat kawan sekecil apapun barang yang kita bawa bisa jadi barang tersebut adalah penyambung nyawa kita di kemudian hari ... jangan meremehkan barang/hal  yang kecil  ...